Senin, 20 Oktober 2008
me as an ordinary
Waktu jalan di kemayoran yang super panjang itu, gw ngeliat motor di depan ga yang muter balik bukan dengan cara yang dianjurkan, yakni memutari putaran yang telah disediakan, tapi dia muter langsung melawan arah berlawanan menerobos rambu larangan yang jelas2 terpampang. Gw dengan kesadaran penuh segera memberi sikap sinis sambil mendumel, menyumpahi pelaku yang menurut gw uda melakukan hal yang bodoh. Kurang dari satu menit, seperti ada palu besar yang menghujam tepat di ujung hidung gw!! Siapa gw yang dengan sombongnya men-cap kebodohan orang lain. Yang dengan sok benar dan sok suci meng-amini diri gw sendiri yang seakan-akan tidak pernah melakukan kebodohan, karena gw yakin juga dengan kesadaran penuh, bahwa gw pernah melakukan kebodohan yang jauh lebih bodoh dari itu. Apa ini memang sifat dasar gw sebagai manusia yang selalu enggan untuk melihat kebelakang, enggan untuk merenungi diri sendiri, selalu dibutakan dengan apa yang terlihat di ujung pupil mata, tapi tidak mau lebih dulu berfikir dan mendengar bisikan di lain hati, selalu mengagungkan hati yang lama, hati yang sudah penuh dengan obsesi dan ambisi, hati yang sudah terbentengi dengan egosime. Well its just me,, and I am just an ordinary guy.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar