Rabu, 18 Maret 2009

Sebelum Alpha selalu ada Omega

Sewaktu SMA saya dipanggil cibo karena satu dan banyak hal yang akhirnya mengkerucut menjadi satu alasan pasti, yang adalah disebabkan oleh bukan lain karena saya (hehe maap muter2 ngomongnya) semasa SMA selalu lebih banyak menghabiskan waktu dengan kepala botak dan alasan kedua adalah mata saya sangat sipit bahkan nyaris menghilang. Sehingga ketika dua alasan tadi digabungkan oleh serombongan anak muda yang senang mempermainkan kata, ditambah lagi dengan maraknya julukan2 aneh semasa SMA.. maka terciptalah nama C I B O :

* C I: Cina (sedikit rasis tapi inilah kenyataan)
* B O: Botak (bukan seorang shaolin, tapi hanyalah korban mode waktu itu)

Anyway..inilah saya, seorang pemuda berusia 23 tahun (sebentar lagi 24 dink), yang saat ini masih berstatus mahasiswa penggembira yang berdalih lebih memilih untuk bekerja ketimbang menyelesaikan skripsi dan kemudian menjadi sarjana muda yang belum tentu jelas masa depannya.

Inilah saya yang saat ini bangga belum lulus kuliah namun sudah mampu membiayai sebagian pengeluaran hidup saya dan keluarga, walaupun terkadang masih bersikap manja dan sedikit lupa diri saat menghabiskan waktu luang bersama beberapa teman. Tapi yang jelas saya masih tahu diri, bahwa keluarga saya saat ini masih dan akan membutuhkan saya untuk bersama-sama mencapai kehidupan yang lebih baik. Jadi ada baiknya kalau sikap manja saya tidak kelewat batas.

Saya tidak akan meminta mobil atau kendaraan lainnya yang bukan milik saya, meminta tambahan dana yang bukan penghasilan saya, meminta penghormatan tidak pantas saya dapatkan.

Masa kuliah saya habiskan di sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Yogyakarta. Menghabiskan masa lima tahun disana benar2 indah, menyisakan banyak kenangan, kenakalan, kegembiraan, dan kesengsaraan. Yaa maklumlah sebagai anak perantauan dan layaknya mahasiswa lainnya, saya juga menggunakan kost sebagai sarana tempat tinggal untuk menghabiskan waktu dan menghabiskan penat,,hehehe.. saya yakin anda lebih tahu :p

Meresapi hidup dan merancang masa depan memang diawali dengan sebuah keinginan dan terkadang cara misterius juga menjadi faktor X yang sangat menentukan. Harapan awal kuliah di jogja buat remaja lelaki usia 18 tahun jelas adalah untuk merasa bebas, jauh dari pantauan orang tua sekaligus mencari rimba baru untuk ditaklukkan :p

Namun selama 5 tahun tinggal dan berbagi suka dan duka dengan kota Gudeg, timbul perasaan yang lebih bertanggung jawab. Terkadang tiap malam sering merenungkan perjalanan hidup, semasa kecil sampai dewasa termasuk kondisi masing2 anggota keluarga. Tidak bisa dipungkiri bahwa waktu terus berjalan, usia terus bertambah dan kesempatan terus terkikis.

Kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, kesempatan membahagiakan mereka dan orang2 terdekat, kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih layak dan sejahtera..bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga dengan orang tua dan keluarga. Dasar itulah yang kemudian sedikit memacu untuk lebih maju, ditambah jalan misterius yang memberikan kesempatan bagi saya untuk bekerja di Jakarta.. deket rumah pula (senangnya,,hehe..).

As the day continue to roll..saya masih disini berharap semuanya menjadi lebih baik. Berharap tidak berujung pada akhir yang buruk..berharap Omega tercapai dengan sempurna..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar